Pangdam XII/Tanjungpura Tekankan Pentingnya Dikmaba Bintara TNI AD: Cetak Prajurit Profesional dan Berkarakter
Info Singkawang– Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Infanteri TNI Angkatan Darat Tahun Anggaran 2025 resmi ditutup dengan upacara penuh khidmat di Lapangan Sapta Marga Rindam XII/Tpr, Jalan Pasir Panjang, Singkawang Selatan, Sabtu (6/9/2025). Upacara ini dipimpin langsung oleh Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XII/Tanjungpura, Mayor Jenderal TNI Jamallulael. Dalam amanatnya, Pangdam XII/Tpr menegaskan bahwa Dikmaba bukan sekadar pendidikan militer biasa, melainkan pintu gerbang penting dalam proses pembentukan prajurit profesional TNI AD. Menurutnya, pendidikan ini menjadi fondasi awal yang menentukan kualitas pengabdian setiap Bintara di masa depan.
“Pendidikan ini adalah awal dari perjalanan panjang pengabdian. Apa yang kalian capai hari ini hanyalah permulaan. Jadikan semua ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pendidikan sebagai bekal untuk terus belajar, berlatih, dan mengasah diri. Jangan pernah merasa cukup,” tegas Mayor Jenderal Jamallulael di hadapan peserta dan tamu undangan.

Baca Juga : Singkawang Gagas Skema PPPK Paruh Waktu, Solusi Baru Keterbatasan Aparatur
Mencetak Prajurit Berkarakter dan Tangguh
Pangdam menjelaskan, tujuan utama Dikmaba adalah membentuk prajurit berkarakter Sapta Marga dan sumpah prajurit. Mereka diharapkan memiliki pengetahuan serta keterampilan dasar keprajuritan setingkat Bintara, sekaligus kondisi jasmani yang prima agar siap menghadapi tantangan di lapangan.
Penutupan Dikmaba Infanteri TA 2025 ini, lanjutnya, menjadi momentum penting untuk menunjukkan keseriusan TNI AD dalam menyiapkan sumber daya manusia yang profesional, berkarakter, dan siap mendukung pembangunan kekuatan pertahanan negara.
Peresmian Masjid Al-Ikhlas dan Kepedulian Sosial
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pangdam juga meresmikan Masjid Al-Ikhlas yang berdiri megah di kawasan Dodik Bela Negara Rindam XII/Tpr. Masjid ini dibangun dengan semangat gotong royong dan diharapkan menjadi pusat pembinaan mental serta spiritual bagi prajurit, siswa, dan keluarga besar Rindam XII/Tpr.
“Saya berharap keberadaan masjid ini dapat meningkatkan kualitas keimanan prajurit sehingga mereka semakin kokoh dalam mengabdi kepada bangsa dan negara,” ucapnya.
Tak hanya itu, sebagai wujud kepedulian sosial TNI AD terhadap masyarakat, Pangdam XII/Tpr turut menyerahkan santunan kepada warakawuri dan anak yatim. Momen ini menjadi simbol kedekatan prajurit TNI AD dengan masyarakat sekitar.
224 Peserta Lulus, Prajurit Dayak Raih Predikat Terbaik
Upacara penutupan Dikmaba Infanteri TA 2025 diikuti oleh 224 peserta yang selanjutnya akan menempuh pendidikan kecabangan Infanteri di Rindam XII/Tpr. Dari ratusan peserta tersebut, Rafael Tetelo Luna, putra asli suku Dayak dari Kota Sekadau, berhasil meraih predikat lulusan terbaik. Keberhasilan Rafael ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kalimantan Barat, sekaligus motivasi bagi generasi muda daerah untuk berkarier di TNI AD.
Dengan penutupan pendidikan ini, TNI AD kembali menegaskan komitmennya untuk melahirkan prajurit-prajurit Bintara yang tangguh, profesional, dan berkarakter. Mereka diharapkan mampu menjadi ujung tombak kekuatan pertahanan negara sekaligus teladan di tengah masyarakat.














