Liga Inggris: Everton Tumbang dari Leeds United karena Penalti Kontroversial, Moyes Murka Besar
Info Singkawang- Premier League musim 2025/2026 baru saja dimulai, namun drama sudah langsung tersaji pada laga pembuka. Everton harus pulang dengan tangan hampa setelah kalah tipis 0-1 dari Leeds United di Elland Road, Selasa (19/8/2025) dini hari WIB. Satu-satunya gol tercipta lewat eksekusi penalti kontroversial Lukas Nmecha pada menit-menit akhir pertandingan.
Pertandingan Ketat Tanpa Gol Hingga Menit ke-80
Sejak peluit pertama dibunyikan, Leeds United yang baru promosi dari Championship tampil penuh percaya diri. Bermain di hadapan puluhan ribu suporter fanatik di Elland Road, tim asuhan Daniel Farke langsung menekan dengan serangan cepat melalui sayap.
Namun, Everton yang dilatih David Moyes juga tidak mau kalah. James Garner dan Dwight McNeil beberapa kali mencoba mengancam lewat tendangan jarak jauh, sementara Dominic Calvert-Lewin berupaya keras menembus lini pertahanan Leeds yang tampil disiplin.
Hingga menit ke-80, papan skor tetap menunjukkan 0-0. Duel sengit berlangsung di lini tengah, dan kiper Everton, Jordan Pickford, beberapa kali melakukan penyelamatan penting untuk menjaga gawangnya tetap steril.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5319651/original/037344900_1755569613-000_69VD7MC.jpg)
Baca Juga : 17 Agustus di Singkawang Berlangsung Khidmat, Wali Kota Ingatkan Makna Kemerdekaan
Drama Penalti Menit ke-82
Momen krusial datang pada menit ke-82. Tembakan keras gelandang Leeds, Anton Stach, membentur lengan kapten Everton, James Tarkowski, di dalam kotak penalti. Meski tangan Tarkowski tampak menempel di badan, wasit Chris Kavanagh langsung menunjuk titik putih.
Keputusan tersebut menimbulkan protes keras dari para pemain Everton. Namun, setelah tinjauan singkat VAR, keputusan tetap tidak berubah. Leeds pun mendapat kesempatan emas untuk unggul.
Masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-78, Lukas Nmecha maju sebagai eksekutor. Dengan tenang, penyerang berusia 24 tahun itu menaklukkan Pickford. Gol ini sekaligus menjadi pembeda di laga penuh drama tersebut.
Sorak-sorai suporter Leeds pun menggema di Elland Road. Kemenangan ini terasa istimewa karena menjadi hasil manis pada laga pertama mereka setelah kembali ke Premier League.
Moyes Meledak Marah
Peluit panjang berbunyi, Everton dipaksa pulang dengan tangan hampa. Manajer David Moyes langsung meluapkan kekecewaannya pada keputusan wasit.
“Saya yakin itu bukan penalti, dan seharusnya tidak pernah diberikan. Tangan Tarkowski berada di posisi alami, tetapi VAR tetap mengonfirmasi. Saya benar-benar tidak mengerti,” ujar Moyes dengan nada geram.
Ia juga menyebut keputusan itu mencoreng pekan perdana Liga Inggris. “Sejak akhir pekan, saya melihat terlalu banyak keputusan buruk dari wasit. Malam ini hanya menambah daftarnya,” lanjut sang pelatih.
Farke Puji Ketegangan Nmecha
Di sisi lain, manajer Leeds, Daniel Farke, justru memuji keberanian Nmecha yang sukses mencetak gol kemenangan. Ia mengakui sempat ragu menunjuk Nmecha sebagai algojo karena pemain itu baru masuk beberapa menit sebelumnya.
“Saya sempat berpikir untuk memilih pemain lain, tetapi saya melihat keyakinan di wajahnya. Ternyata insting saya benar. Dia mengeksekusi penalti dengan sangat tenang,” kata Farke.
Bagi Nmecha, gol ini terasa spesial. Setelah sempat diganggu cedera panjang di Bundesliga, ia akhirnya mendapat panggung untuk membuktikan diri di Premier League. “Dia pemain Timnas Jerman, pekerja keras, dan fisiknya sangat cocok untuk liga ini. Gol ini menjadi awal yang sempurna baginya,” tambah Farke.
Laga Berikutnya: Ujian Berat untuk Kedua Tim
Kekalahan ini menjadi alarm bagi Everton, yang akan melakoni laga perdana di stadion baru mereka, Bramley-Moore Dock, melawan Brighton pada 24 Agustus mendatang. David Moyes menuntut anak asuhnya segera bangkit agar tidak kehilangan momentum di awal musim.
Sementara itu, Leeds United akan menjalani ujian yang lebih berat. Mereka dijadwalkan bertandang ke markas Arsenal di Emirates Stadium sehari sebelumnya. Bagi para penggemar, laga ini akan menjadi tolak ukur sejauh mana Leeds bisa bersaing dengan klub besar setelah kembali ke kasta tertinggi.














