Program Rumah Layak Huni di Singkawang Capai 80 Persen, Bukti Nyata Kepedulian Pemerintah dan Warga
Info Singkawang– Upaya Pemerintah Kota Singkawang dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat terus menunjukkan hasil positif. Melalui Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimta), program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang digulirkan tahun 2025 kini telah mencapai sekitar 80 persen realisasi hingga September.
Kepala Disperkimta Kota Singkawang, Awang Dicko Mahendra, menyampaikan kabar gembira ini di Singkawang, Kalimantan Barat, Jumat (26/9). Menurutnya, dari total 45 unit rumah yang dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota, sebanyak 36 unit telah selesai dibangun dan siap ditempati oleh masyarakat penerima manfaat.
“Perkembangannya cukup signifikan, yakni sekitar 80 persen. Ini menjadi bukti keseriusan Pemkot Singkawang dalam menyediakan hunian layak bagi warganya,” ujarnya.

Baca Juga : Singkawang Perkuat Program Gizi Ibu Hamil Bersama Baznas Tekan Stunting
Program Prioritas untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Dicko menjelaskan, program RTLH merupakan salah satu program prioritas pemerintah daerah yang bertujuan mendukung masyarakat berpenghasilan rendah agar memiliki rumah yang layak huni, sehat, dan aman. Hunian yang memadai diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga, terutama dari sisi kesehatan, keamanan, dan kenyamanan.
Tak hanya mengandalkan APBD kota, program ini juga mendapat dukungan pendanaan dari pemerintah provinsi dan pusat. Pada tahun ini, misalnya, 10 unit RTLH dibiayai melalui APBD Provinsi Kalimantan Barat, sementara 25 unit lainnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kolaborasi pendanaan ini menjadi bukti sinergi pemerintah di semua tingkatan untuk kesejahteraan masyarakat.
Kendala Teknis di Lapangan
Meski capaian realisasi terbilang tinggi, Dicko tidak menutup mata bahwa di lapangan masih ditemui beberapa kendala teknis. Permasalahan yang paling sering muncul adalah terkait status kepemilikan tanah. Banyak rumah berada di atas tanah warisan atau bukan atas nama pribadi, sehingga membutuhkan proses persetujuan keluarga yang memakan waktu.
Selain itu, keterbatasan tenaga tukang bangunan dan ketersediaan material di beberapa wilayah juga menjadi tantangan tersendiri. “Kita terus berupaya mencari solusi terbaik agar pembangunan bisa selesai sesuai target,” jelasnya.
Gotong Royong Warga Jadi Kunci Keberhasilan
Di balik kendala teknis yang ada, semangat kebersamaan masyarakat justru menjadi salah satu kunci keberhasilan program ini. Dicko mengapresiasi tingginya kepedulian sosial warga Singkawang yang terlibat langsung dalam pengerjaan rumah secara sukarela.
“Di beberapa lokasi, warga ikut membantu pengerjaan rumah secara sukarela. Ini menjadi bukti nyata bahwa budaya gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat Singkawang masih sangat kuat,” katanya.
Keterlibatan warga bukan hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasil program pemerintah. Kehadiran rumah layak huni ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan menjadi titik awal perubahan positif bagi keluarga penerima manfaat.
Komitmen Tuntaskan Target Tahun Ini
Dicko menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen menuntaskan seluruh target pembangunan RTLH tahun ini agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat. Ia optimistis dengan kerja sama yang baik antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pusat, dan masyarakat, seluruh unit rumah yang direncanakan bisa selesai tepat waktu.
“Harapan kami, program ini dapat menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah dan masyarakat bergandengan tangan untuk membangun kehidupan yang lebih baik,” pungkasnya.
Dengan realisasi yang sudah mencapai 80 persen dan semangat gotong royong yang terus terjaga, program RTLH di Singkawang bukan sekadar pembangunan fisik rumah, melainkan juga pembangunan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian sosial yang menjadi kekuatan utama masyarakat Indonesia.














