Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

Wali Kota Singkawang Dukung Koperasi Merah Putih untuk Perkuat Ekonomi Desa

banner 800x150

Wali Kota Singkawang Dukung Program Koperasi Merah Putih untuk Perkuat Ekonomi Rakyat

Singkawang- Komitmen memperkuat perekonomian rakyat berbasis gotong royong semakin nyata. Wali Kota Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari strategi nasional memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa dan kelurahan.

Dukungan ini disampaikan langsung dalam kegiatan Sosialisasi Program Koperasi Merah Putih yang digelar di Kantor Bupati Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, pada Rabu (15/10/2025). Acara tersebut merupakan tindak lanjut dari program nasional pembentukan 80.000 koperasi desa dan kelurahan yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.

Penguatan Ekonomi Rakyat dari Akar Rumput

Dalam sambutannya, Tjhai Chui Mie menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar lembaga ekonomi, melainkan gerakan sosial yang memperkuat kemandirian masyarakat. “Koperasi Merah Putih menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ekonomi rakyat berbasis gotong royong dan kemandirian desa,” ujarnya.

Menurutnya, program ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana masyarakat desa membutuhkan dukungan nyata untuk bangkit dari tantangan ekonomi pascapandemi dan menghadapi dinamika pasar global. Dengan adanya koperasi yang kuat di tingkat desa, masyarakat memiliki wadah untuk mengelola sumber daya secara mandiri, adil, dan berkelanjutan.

Wali Kota Singkawang Dukung Koperasi Merah Putih untuk Perkuat Ekonomi Desa
Wali Kota Singkawang Dukung Koperasi Merah Putih untuk Perkuat Ekonomi Desa

Baca Juga : Singkawang Perkuat Identitas Budaya Lewat Pengusulan WBTb

Kolaborasi Pusat dan Daerah

Tjhai Chui Mie juga mengapresiasi langkah DPR RI yang menggandeng pemerintah daerah untuk mempercepat pelaksanaan program ini. Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah merupakan kunci agar kebijakan nasional benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di akar rumput.

“Melalui kegiatan ini, para lurah, pengurus koperasi desa, dan pelaku usaha kecil dapat memahami arah kebijakan dan manfaat program Koperasi Merah Putih sebagai pilar penggerak ekonomi kerakyatan,” tegasnya.

Ia berharap, para pengurus dan pengawas koperasi di desa maupun kelurahan dapat mengambil peran aktif dalam membangun ekonomi lokal. Tidak hanya sebagai penyalur dana atau fasilitator usaha, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan sosial-ekonomi masyarakat desa.

Digitalisasi dan Akses Pembiayaan

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mendalam mengenai mekanisme kemitraan dan pembiayaan koperasi melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Dukungan lembaga keuangan diharapkan dapat mempermudah koperasi mengakses modal usaha yang lebih luas dan fleksibel.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan penggunaan aplikasi SIMKOPDES, sebuah platform digital yang dirancang untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi pengelolaan koperasi di tingkat desa.

“Pemanfaatan teknologi seperti SIMKOPDES sangat penting agar koperasi dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memiliki daya saing tinggi,” ujar Tjhai Chui Mie.

Dengan digitalisasi, pengelolaan koperasi menjadi lebih terbuka, sehingga anggota dapat ikut memantau keuangan dan perkembangan usaha. Langkah ini juga diyakini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi.

Koperasi Sebagai Pilar Kemandirian Desa

Tjhai Chui Mie menegaskan, implementasi Program Koperasi Merah Putih diharapkan tidak hanya memperkuat kelembagaan koperasi, tetapi juga membuka lapangan kerja baru serta memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat desa.

“Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu mewujudkan koperasi yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Ia menambahkan, koperasi yang sehat akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Melalui koperasi, masyarakat dapat mengelola potensi lokal seperti pertanian, perikanan, UMKM, dan sektor jasa secara kolektif sehingga memiliki daya tawar yang lebih kuat di pasar.

Fondasi Ekonomi Nasional

Dalam jangka panjang, Tjhai Chui Mie meyakini bahwa keberhasilan Koperasi Merah Putih di desa-desa akan berkontribusi besar terhadap ketahanan ekonomi nasional.

“Kemandirian ekonomi dimulai dari desa. Jika koperasi kuat, maka perekonomian daerah dan nasional pun akan kokoh,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh pihak—baik pemerintah desa, pelaku usaha kecil, maupun masyarakat umum—untuk ikut aktif mendukung program ini, bukan hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai pelaku utama perubahan.

Melalui langkah nyata ini, Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *