Breaking News
Kumpulan informasi aktual seputar peristiwa penting yang terjadi di seluruh wilayah Indonesia, meliputi isu politik, kebijakan pemerintah, bencana, dan dinamika sosial masyarakat.
BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

Donald Trump Bersikeras Bertemu Xi Jinping, Ketegangan AS–China Kian Memanas

banner 800x150

Trump Bersikeras Bertemu Xi Jinping, Ketegangan AS–China Kian Memanas

Info Singkawang- Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah beredar kabar bahwa dirinya tengah bersikeras ingin bertemu langsung dengan Presiden China Xi Jinping. Pertemuan itu diperkirakan akan berlangsung pada Oktober mendatang di Korea Selatan, tepatnya dalam forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC).

Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh CNN pada Sabtu (7/9), dengan mengutip sejumlah sumber di lingkaran dekat pemerintahan Trump. Jika benar terjadi, pertemuan tersebut bisa menjadi momen penting yang berpotensi mengubah arah hubungan dagang maupun geopolitik dua negara adidaya ini.

Donald Trump Bersikeras Bertemu Xi Jinping, Ketegangan AS–China Kian Memanas
Donald Trump Bersikeras Bertemu Xi Jinping, Ketegangan AS–China Kian Memanas

Baca Juga : Pangdam XII/Tpr Tegaskan Dikmaba Bintara Jadi Pintu Gerbang Prajurit Profesional

Persiapan Diam-Diam Menjelang KTT APEC

Tiga pejabat pemerintahan Trump yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa sang presiden dan tim intinya tengah melakukan persiapan diam-diam untuk menghadiri forum APEC. Selain itu, Trump juga disebut berencana bertemu dengan menteri-menteri perdagangan negara anggota lain.

KTT APEC dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober hingga awal November di Gyeongju, Korea Selatan. Menurut para pejabat tersebut, diskusi serius mengenai kemungkinan pertemuan bilateral Trump–Xi sudah dilakukan, meski hingga kini belum ada jadwal resmi yang ditetapkan.

Perang Dagang yang Tak Kunjung Usai

Latar belakang pertemuan ini tidak lepas dari konflik dagang yang terus memanas. Sejak awal 2025, Trump menerapkan tarif besar-besaran terhadap barang-barang asal Tiongkok, bahkan mencapai 145%. Langkah itu langsung dibalas Beijing dengan tarif balasan hingga 125%.

Meski demikian, pada Mei lalu kedua negara sempat mencapai kesepakatan untuk melakukan gencatan senjata tarif sementara. Kesepakatan ini terus diperpanjang dan akan berlaku hingga pertengahan November. Namun, ketegangan tetap tinggi dan dunia menanti apakah pertemuan Trump–Xi dapat menghasilkan terobosan baru.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyebut bulan lalu bahwa mekanisme gencatan senjata berjalan cukup baik. Ia menegaskan kedua pihak terlibat dalam “perundingan yang sangat baik” dan kemungkinan besar akan kembali bertemu sebelum batas waktu kesepakatan berakhir.

Bayangan Pertemuan dengan Kim Jong-un

Selain isu dagang dengan China, kehadiran Trump di kawasan Asia Timur juga berpotensi membuka pintu pertemuan lain yang tak kalah menarik: pertemuan dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un. Jika terjadi, ini akan menjadi pertemuan pertama keduanya sejak 2019.

Namun, menurut laporan CNN, fokus utama kunjungan Trump tetap pada Xi Jinping. Meski begitu, kemungkinan pertemuan dengan Kim tetap menjadi isu hangat yang menyedot perhatian publik.

Sindiran Trump terhadap China, Rusia, dan India

Di sisi lain, Trump belum lama ini menyinggung dinamika geopolitik terbaru setelah berlangsungnya KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) di Tiongkok. Lewat akun media sosialnya, Truth Social, ia menilai bahwa Amerika Serikat “telah kehilangan India dan Rusia” yang kini semakin dekat dengan Beijing.

Trump bahkan menuding Presiden Rusia Vladimir Putin dan Kim Jong-un tengah “berkonspirasi” melawan AS setelah keduanya bertemu di forum tersebut. Namun, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, segera membantah tudingan itu. Ia menegaskan pernyataan Trump tidak boleh ditafsirkan secara harfiah dan tidak ada rencana jahat terhadap Washington.

Pertemuan yang Dinanti Dunia

Jika benar terlaksana, pertemuan Trump–Xi akan menjadi salah satu momen paling ditunggu pada 2025. Pasalnya, relasi kedua negara bukan hanya soal perang dagang, tetapi juga mencakup isu teknologi, keamanan regional, hingga aliansi strategis di Asia.

Dunia internasional tentu menantikan, apakah pertemuan ini akan melahirkan kesepakatan baru yang mampu meredakan ketegangan, atau justru memperpanjang drama konflik antara dua kekuatan terbesar di dunia tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *