Korban Banjir Terus Bertambah: 164 Orang Meninggal Dunia, Enam Masih Dalam Pencarian
Info Singkawang – Korban Banjir besar yang melanda sejumlah wilayah terus meninggalkan duka mendalam. Hingga data terbaru dirilis, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 164 orang, sementara enam orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim gabungan. Angka ini menunjukkan bahwa dampak bencana belum sepenuhnya teratasi, meski banjir di beberapa lokasi mulai surut.
Curah hujan ekstrem, meluapnya sungai, serta longsor di sejumlah titik memperparah kondisi, membuat proses evakuasi dan penyelamatan berlangsung penuh tantangan.
Proses Evakuasi Berpacu dengan Waktu
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat setempat terus bekerja tanpa henti untuk mengevakuasi korban dan mencari warga yang masih hilang. Medan berat, arus deras, serta akses yang terputus menjadi kendala utama dalam operasi pencarian.
Pencarian difokuskan pada area yang diduga menjadi titik terakhir korban terlihat, termasuk aliran sungai, kawasan permukiman yang tertimbun lumpur, serta daerah longsoran. Alat berat, perahu karet, dan drone dikerahkan untuk memperluas jangkauan pencarian.
Baca Juga: Rapat P4GN Singkawang Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Hadapi Ancaman Narkoba
Pengungsi Membutuhkan Bantuan Mendesak
Selain korban jiwa, ribuan warga terdampak kini mengungsi di posko darurat, sekolah, rumah ibadah, dan bangunan pemerintah. Mereka membutuhkan logistik pangan, air bersih, pakaian layak, obat-obatan, serta layanan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
Kondisi sanitasi di sejumlah posko masih menjadi perhatian, mengingat potensi munculnya penyakit pascabanjir seperti diare, infeksi kulit, dan ISPA.
Korban Banjir Cerita Duka dari Lokasi Bencana
Di balik angka korban, tersimpan kisah pilu keluarga yang kehilangan orang tercinta. Banyak warga mengaku tidak sempat menyelamatkan diri ketika air datang secara tiba-tiba, terutama pada malam hari. Beberapa korban ditemukan terseret arus, sementara lainnya tertimbun material lumpur dan bangunan runtuh.
“Air datang sangat cepat, kami hanya bisa menyelamatkan anak-anak,” ujar salah seorang penyintas dengan suara bergetar.
Pemerintah Tetapkan Status Tanggap Darurat
Pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat bencana untuk mempercepat penyaluran bantuan dan mobilisasi sumber daya. Sejumlah kebijakan darurat diberlakukan, termasuk pembukaan dapur umum, layanan kesehatan gratis, serta pendataan kerusakan rumah dan fasilitas umum.














